Cara Membaca Cepat dan Efektif Biar Kamu Tak Perlu Terlalu Lama Memelototi Buku

Sebagai pelajar dan mahasiswa, menyimak itu tidak saja hobi, tetapi pun keharusan. Bagaimana tidak, masing-masing mata latihan atau mata kuliah tentu memiliki kitab penunjang yang jumlahnya nggak melulu 1. Belum lagi jumlah halamannya. Yang jelas, anda sering kewalahan belajar ketika akan ujian.

Nah, supaya anda nggak lagi kewalahan dalam menyimak materi ketika mau ujian, anda perlu menerapkan teknik membaca dengan cepat, tetapi pun efektif. Dengan teknik ini, anda akan lebih mudah menciduk materi yang diperlukan tanpa perlu melemparkan waktu membacanya terus-terusan. Apa saja cara-caranya?

1. Menggumamkan Bacaan Itu Tidak Efektif. Coba Putar Musik Instrumental atau Kunyah Permen Karet guna Mendistraksi Kebiasaan Tersebut

Sadar nggak sih bila seringkali anda menggumamkan apa yang sedang dibaca? Sebenarnya, gaya menyimak seperti ini nggak salah sih, melulu saja tidak cukup efektif bila dipakai untuk membaca kitab pelajaran atau kuliah. Kamu bakal memakan masa-masa lama sebab membaca secara kata per kata. Di samping itu, kamu pun akan rawan mengulangi bacaan sebelumnya.

Untuk itu, jadikan membacamu efektif dengan mengurangi kelaziman ini. Sulit sih memang, namun kamu dapat mulai mencobanya, kok. Caranya, pasang earphone di telingamu dan putarlah lagu instrumental; atau dapat juga dengan mengunyah permen karet. Dengan begitu, otakmu bakal terdistraksi dari vokalisasi bacaan dan lebih konsentrasi untuk menyimak serta mengetahui saja

2. Jarak Pandang Membaca Itu Berpengaruh, Lho! Supaya Lebih Fokus, Pastikan Jarak Bacamu ± 30 cm

Fokus ialah kunci utama untuk menyimak dengan efektif. Kalau anda nggak memusatkan diri, anda pasti bakal susah mengetahui apa yang sedang anda baca. Benar, nggak? Nah, ada tidak sedikit faktor yang dapat mempengaruhi tingkat fokusmu ketika membaca. Mulai dari tempat, suara, situasi fisik, sampai jarak pandang membaca.

Membaca dengan jarak antara mata dan kitab yang dekat memang tampak lebih fokus, namun sebenarnya malah kebalikannya. Membaca dalam jarak terlampau dekat malah akan membuatmu pusing dan sulit mengetahui karena melulu melihat bacaan secara kata per kata. Maka dari itu, bacalah kitab dalam jarak ideal, yakni sekitar 30 cm. Dalam jarak ini, pandanganmu bakal lebih luas sehingga dapat mencakup 1 kalimat secara langsung. Otakmu pun bakal lebih rileks dalam menerima informasi sebab nggak merasa pusing. Jadi, lebih fokus, ‘kan?

3. Membaca Secara Kata per Kata Akan Menghabiskan Waktu. Biasakan Dirimu Membaca dalam 1 Kalimat Utuh

Untuk dapat efektif dan pun cepat, anda tidak dapat membaca secara kata per kata. Dalam suatu bacaan, ucapan-ucapan tidak dapat berdiri sendiri. Kata-kata saling tergabung dalam suatu kalimat yang mesti dibaca secara satu kesatuan untuk dapat dipahami dengan baik. Kalau anda hanya konsentrasi memaknai kata per kata, kamu melulu akan sibuk bolak-balik mengulang bacaan yang sebelumnya. Nggak melulu menghabiskan masa-masa saja, namun kamu pun kehilangan konsentrasi dan pemahaman.

Bacalah kitab atau bacaan beda secara per kalimat. Letakkan konsentrasi pandangan tidak jarang kali pada kata ketiga dan keempat, dengan begitu jangkauan kata yang dapat kamu baca bakal lebih banyak. Setelah itu, cari keyword setiap kalimat yang telah anda baca. Kata tersebut akan membantumu mengetahui makna dari kalimat selanjutnya.

4. Gerakkan Jari Telunjuk Sesuai dengan Bacaan guna Mengantisipasi Membaca Ulang atau Adanya Kata yang Terlupa

Di samping menggumam, ada kelaziman lain yang secara nggak sadar pasti saya dan anda lakukan saat sedang membaca. Yap, mengulang kembali ucapan-ucapan atau kalimat yang sebelumnya telah terbaca. Kebiasaan ini jelas tidak efektif, baik dari sisi waktu maupun pemahaman. Sudah waktu menyimak jadi semakin lama, pemahaman yang didapat pun jadi tidak seberapa.

Kebanyakan alasanmu menyimak ulang ialah karena adanya ucapan-ucapan yang terlupa, sehingga anda kurang mengetahui bacaan di halaman selanjutnya. Nah, guna mengatasinya, usahakanlah membaca dengan menggunakan pertolongan dari jari telunjukmu. Gerakan jari telunjuk cocok dengan bacaan yang sedang anda baca. Dengan begitu, nggak bakal ada lagi kata yang terlupa ataupun terlewat, ‘kan?

5. Ide Utama Penting guna Diketahui. Cari di Setiap Paragraf dan Beri Tanda Menggunakan Highlighter

Salah satu teknik untuk dapat cepat paham dengan apa yang anda baca ialah dengan mengetahui gagasan utama yang hendak disampaikan. Jangan langsung mencari gagasan utama 1 buku. Mulailah secara per paragraf.

Biasanya, gagasan atau kalimat utama tersebut berada melulu di mula atau di akhir paragraf saja. Saat telah mengetahui gagasan utamanya, berilah tanda dengan memakai highlighter. Ide utama ini ialah ‘jembatan’ yang menghubungkan masing-masing paragraf yang anda baca. Dengan memahami dan menandai dengan baik, anda akan lebih mudah mengetahui dan menciduk maksud yang dikatakan oleh kitab tersebut.

6. Ketahui Kemampuan Baca dan Daya Serap Katamu. Ukurlah Secara Rutin Setiap Membaca Buku

Membaca yang baik dan efektif, nggak tidak jarang kali identik dengan kecepatan, lho. Pasti ada pun di luar sana yang menyimak dengan paling cepat tetapi tidak cukup memahami isi dari kitab yang dibacanya. Oleh sebab itu, yang butuh diukur bukanlah kecepatan, tetapi sampai mana keterampilan membaca dan daya serap katamu.